Teks Rolling Animasi
MADRASAH ISTIQLAL JAKARTA MADRASAH ALIYAH MADRASAH TSANAWIYAH MADRASAH IBTIDAIYAH RAUDHATUL ATHFAL KELOMPOK BERMAIN ISTIQLAL BOARDING SCHOOL

Dari Jakarta, MI Istiqlal ke Tasmania: Dua Guru, Dua Budaya, Satu Perjalanan Belajar

Jakarta, 14 September 2026 — Perjalanan belajar tidak selalu dimulai dari ruang kelas. Terkadang, ia dimulai dari keberanian untuk melangkah lebih jauh, bertemu dengan budaya yang berbeda, dan menemukan bahwa setiap perbedaan dapat menjadi ruang untuk saling belajar. Hal itulah yang dialami Mrs. Tammy Sri Utami, M.Pd. dan Mrs. Yulisa Kuncarani, S.Pd., guru MI Istiqlal Jakarta, melalui program BRIDGE (Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement). Keduanya berkesempatan mengunjungi Tasmania, Australia, pada 19–29 Agustus 2026 untuk mengikuti rangkaian Professional Learning dan School Visit bersama sekolah mitra, Dunalley Primary School.

Perjalanan dari Jakarta menuju Tasmania bukan sekadar perjalanan lintas negara. Di dalamnya terdapat kesempatan untuk mengenal cara belajar yang berbeda, memahami budaya baru, sekaligus membawa cerita tentang MI Istiqlal Jakarta untuk dibagikan kepada komunitas pendidikan di Dunalley. “Melalui program BRIDGE, kami mendapatkan banyak pengalaman baru, tidak hanya dalam memahami sistem pendidikan di Australia, tetapi juga dalam membangun komunikasi dan kolaborasi lintas budaya. Kami juga berkesempatan berbagi pengalaman tentang pembelajaran dan kehidupan sekolah di MI Istiqlal Jakarta,” ujar Mrs. Tammy.

Belajar Melampaui Ruang Kelas

Rangkaian kegiatan dimulai dengan Professional Learning, yang memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memperluas wawasan mengenai berbagai isu dalam pendidikan. Beberapa di antaranya adalah intercultural understanding, GEDSI, child protection, climate change, serta pengembangan kemitraan antarsekolah. Pembelajaran tersebut tidak hanya berlangsung melalui materi dan diskusi. Pertukaran pengalaman antara peserta dari Indonesia dan Australia menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana pendidikan dapat dibangun dengan mempertimbangkan keberagaman budaya, kebutuhan siswa, serta keterlibatan komunitas.

Bagi Mrs. Tammy dan Mrs. Yulisa, pengalaman tersebut juga menjadi ruang untuk berbagi praktik yang diterapkan di MI Istiqlal Jakarta, termasuk kehidupan sekolah, proses pembelajaran, serta nilai-nilai yang menjadi bagian dari lingkungan pendidikan di madrasah.

Melihat Pendidikan dari Dekat

Pengalaman semakin nyata ketika keduanya mengikuti School Visit di Dunalley Primary School. Mereka berkesempatan melihat secara langsung proses pembelajaran, mengamati aktivitas siswa, serta berinteraksi dengan guru dan komunitas sekolah. “School visit di Dunalley Primary School memberikan pengalaman yang sangat berharga. Kami dapat melihat secara langsung proses pembelajaran, berinteraksi dengan guru dan siswa, serta memahami bagaimana sekolah bekerja sama dengan komunitas di sekitarnya,” tutur Mrs. Yulisa.

Dari kunjungan tersebut, keduanya melihat bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Hubungan antara sekolah, guru, siswa, orang tua, dan komunitas menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan siswa. Di sisi lain, kehadiran dua guru MI Istiqlal Jakarta juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia kepada komunitas Dunalley. Mereka berbagi cerita tentang budaya, praktik pembelajaran, serta kehidupan sekolah di MI Istiqlal Jakarta.

Dua Budaya, Satu Ruang untuk Saling Belajar

Perbedaan antara Jakarta dan Tasmania justru menjadi bagian menarik dari perjalanan ini. Dua lingkungan pendidikan dengan latar budaya yang berbeda dipertemukan dalam satu ruang untuk berdialog, bertukar pengalaman, dan mencari kesamaan dalam tujuan pendidikan. Program BRIDGE menunjukkan bahwa kemitraan sekolah bukan hanya tentang melakukan kunjungan, tetapi tentang membangun hubungan yang memungkinkan guru dan siswa belajar dari perspektif yang lebih luas.

Bagi MI Istiqlal Jakarta, pengalaman ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dan wawasan pendidikan melalui kolaborasi internasional. Sementara bagi Dunalley Primary School, pertemuan tersebut membuka ruang untuk mengenal lebih dekat pendidikan dan budaya Indonesia.

Membawa Inspirasi Pulang ke Jakarta

Setelah rangkaian kegiatan berakhir, perjalanan Mrs. Tammy dan Mrs. Yulisa dari Jakarta ke Tasmania tidak berhenti sebagai sebuah pengalaman pribadi. Berbagai pengetahuan, perspektif, dan cerita yang diperoleh diharapkan dapat kembali dibawa ke lingkungan MI Istiqlal Jakarta dan menjadi inspirasi dalam proses pembelajaran.

Lebih dari sekadar Professional Learning dan School Visit, BRIDGE menjadi perjalanan tentang bagaimana dua sekolah dari dua negara dapat saling mengenal, saling berbagi, dan tumbuh bersama. Ke depan, hubungan antara MI Istiqlal Jakarta dan Dunalley Primary School diharapkan terus berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi guru dan siswa. (Humas MIJ). 

Scroll to Top