Jakarta, 8 Agustus 2026 — Menjadi orang tua bukan hanya tentang mendampingi anak tumbuh, tetapi juga tentang terus belajar dalam mengasuh, mendidik, dan menuntun mereka. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam Pelatihan Parenting “Komunikasi Pengasuhan Anak” yang diselenggarakan Madrasah Istiqlal Jakarta bagi orang tua siswa KB-RA dan MI Istiqlal pada Jumat–Sabtu, 7–8 Agustus 2026.
Mengangkat tema “Pengasuhan Positif, Harmonikan Hubungan dengan Buah Hati untuk Lanjutkan Potensi”, kegiatan ini menghadirkan H. Moch. Taufiqurrahman, SQ., MA., Direktur Madrasah Istiqlal Jakarta, dan Ir. Rani Razak Noeman, Konselor Parenting dan Penggagas Gerakan Keluarga Bandung Cinta Keluarga, sebagai narasumber.
Dalam arahannya, H. Moch. Taufiqurrahman menyampaikan bahwa pendidikan di Madrasah Istiqlal Jakarta tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan insan kamil. Salah satunya diwujudkan melalui penerapan nilai-nilai Asmaul Husna dalam aktivitas pembelajaran, sehingga nilai tersebut dapat hadir dalam proses pendidikan dan keseharian peserta didik.
“Di Madrasah Istiqlal Jakarta, nilai-nilai Asmaul Husna kita terapkan dalam aktivitas pembelajaran. Jadi, Asmaul Husna tidak hanya menjadi sesuatu yang dipahami, tetapi nilai-nilainya kita hadirkan dalam proses pendidikan dan kehidupan anak sehari-hari,” ujar H. Moch. Taufiqurrahman.
Ia menegaskan bahwa Madrasah Istiqlal Jakarta tidak hanya diarahkan untuk melahirkan generasi yang bertakwa, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi sesama. “Madrasah Istiqlal Jakarta tidak hanya mencetak lilmuttaqīna imāma, tetapi juga linnāsi imāma,” tegasnya. Ia juga mengingatkan para orang tua bahwa anak merupakan amanah sekaligus investasi akhirat, sehingga pendidikan anak merupakan tanggung jawab yang perlu dijalankan bersama antara keluarga dan madrasah. “Anak adalah amanah dan investasi akhirat. Maka, pendidikan anak harus kita arahkan agar mereka menjadi pribadi yang bertakwa, berakhlak, dan bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Zatiah Lesyani, M.Pd., selaku Ketua Panitia, menekankan pentingnya sinergi antara rumah dan madrasah dalam mendukung pendidikan anak. “Pendidikan terbaik adalah pendidikan yang lahir dari sinergi antara orang tua di rumah dan sekolah,” ungkap Zatiah.
Melalui kegiatan ini, orang tua juga diajak memahami pentingnya komunikasi positif dalam pengasuhan. Anak membutuhkan orang tua yang mampu mendengarkan, memahami, dan hadir secara emosional agar tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung.
Pelatihan parenting ini menjadi bagian dari upaya Madrasah Istiqlal Jakarta memperkuat kolaborasi antara keluarga dan madrasah, sehingga nilai-nilai yang ditanamkan dalam pembelajaran dapat terus diterapkan di rumah dan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, ketika anak bertumbuh, orang tua pun perlu terus bertumbuh agar mampu mendampingi mereka dengan lebih baik.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. (Humas MIJ).